Sunday, April 5, 2015

KAJIAN MANAJEMEN

TUGAS II

BAHASA INDONESIA 2

Buatlah essay maksimal 2 halaman termasuk daftar pustaka:
Topik: promosi

DEFINISI PROMOSI
promosi merupakan kegiatan pemasaran dan penjualan dalam rangka menginformasikan dan mendorong permintaan terhadap produk, jasa, dan ide dari perusahaan dengan cara memengaruhi para konsumen agar mau membeli produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
TUJUAN PROMOSI
mengenalkan produk-produk perusahaan kepada konsumen agar konsumen memahami produknya, merubah sikap konsumen tentang produk yang ditawarkan, kemudian konsumen menyukai dan yakin terhadap produk tersebut dan akhirnya konsumen mengkonsumsi produk tersebut.

JENIS KEGIATAN PROMOSI:
*Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Periklanan menawarkan suatu produk kepada konsumen dengan cara mengemukakan alasan supaya membeli Penjualan Tatap Muka
*(Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian atau  kegiatan mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada, oleh seorang wiraniaga/salesperson. Dengan adanya kontak langsung antara wiraniaga dan konsumen, maka terjadilah komunikasi dua arah.
*Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah) atau merupakan usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial. Tentang produk tersebut di media cetak dan media elektronik, maupun hasil wawancara yang ditampilkan dalam media tersebut. Cara ini sangat baik untuk memperkenalkan perusahaan atau produk yang dihasilkan, karena publisitas dapat mencapai pembeli yang potensial yang tidak dapat dicapai dengan advertensi dan personal selling.
*Promosi Penjualan (Sales Promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Promosi penjualan menawarkan suatu produk dengan cara memberikan perangsang supaya membeli. Perangsang ini bisa berupa uang, barang atau pelayanan tambahan lainya yang biasanya tak disertakan bersama produk tersebut



SUMBER:
2.      http://dilihatya.com/1151/pengertian-promosi-menurut-para-ahli

                  

KARYA AKADEMIK DAN NON AKADEMIK


TUGAS 1

BAHASA INDONESIA 2

Berikan informasi yang ringkas dan jelas pada masing-masing pertanyaan berikut:

1.      Jelaskan definisi karya akademik dan berikan contohnya dalam bentuk paragraph.

Jawab:
Karya akademik atau Karya ilmiah dapat diartikan suatu tulisan yang penyajianya
 sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang santun bahasa nya dan dapat dipertangungjawabkan

Contoh:
        Bahaya korupsi untuk generasi muda indonesia
Korupsi merupakan kata yang tidak asing di kehidupan masyarakat Indonesia , tapi bagi lapisan generasi muda Indonesia korupsi adalah suatu bencana yang mengkwatirkan di saat mereka berkesempatan untuk memimpin Indonesia.  menurut Undang-undang no 20 tahun 2001 korupsi adalah perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikankeuangan atau perekonomian negara, korupsi sebagai fenomena sosial bersifat komplek, sehingga sulit untuk mendefinisikannya secara tepat tentang ruang lingkup konsep korupsi.
Begitu sulit untuk menanggulanginya, salah satu upaya jangka panjang yang terbaik untuk mengatasi korupsi adalah dengan memeberikan pendidikan anti korupsi dini kepada kalangan mudaadalah generasi penerus yang akan menggantikan kedudukan para pejabat terdahulu, hal ini disebabakan karena generasi muda mudah terpengaru oleh lingkungan sekitar, jadi akan lebih mudah untuk mendidiknya, memengaruhi generasi muda agar tidak melakukan tidak pidana korupsi sebelum mereka lebih dahulu dipengaruhi oleh budaya korupsi oleh generasi pendahulunya.
Generasi muda adalah aset zanman yang paling menentukan kondisi zaman tersebut di masa depan. Dalam konteks kecil masa depanm bangsa ini berada digenggaman tangan mereka, peran mereka sejak mas penjajahan terdahulu sudah terlihat, peran kaum muda juga menjadi bagian dari kekuatan perubahan, tokjoh-tokoh sumpah pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme, bahasa dan tanah air yang satu yaitu indonesia.

Jelaskan perbedaan karya akademik dan non akademik. Berikan contoh masing – masing yang membedakan kedua bentuk karya diatas.
Jawab:
    Karya akademeik:
Karya akademik atau Karya ilmiah dapat diartikan suatu tulisan yang penyajianya sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang santun bahasa nya dan dapat dipertangungjawabkan
                       Contoh:
SAMPAH
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sampah organik yang dapat diurai dan sampah anorganik yang tidak dapat diurai. Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia tentu memproduksi banyak sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Khususnya sampah anorganik yang tidak dapat diurai secara alami oleh alam. Namun sampah anorganik jumlahnya lebih besar dan memerlukan waktu mencapai satu juta tahun agar dapat terurai. Sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri yang dikenal juga dengan sebutan limbah, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
Dapat kita lihat di setiap sudut kota banyak terlihat sampah yang dibuang sembarangan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah yang dapat merusak pemandangan dan lingkungan. Sampah menjadi masalah yang kompleks di kota seperti Pasuruan. Sampah dapat menjadi masalah karena kapasitas sampah sudah melebihi kuota yang dapat di lebur atau di daur ulang. Pemerintah sampai saat ini belum maksimal dalam mengolah sampah, padahal sampah diketahui dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tinggi.
SMA Negeri 1 Gondangwetan adalah sekolah adiwiyata dimana program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkingan yang negatif. Oleh karena itu kami menyadari bahwa kami juga dapat melestarikan lingkungan hidup dengan ilmu yang telah kami dapatkan di sekolah.



Agar kita tidak menjadi pewaris  sampah plastik, diperlukan solusi kreatif dalam mengolah limbah plastik tersebut. Hal ini juga sejalan dengan program adiwiyata yang terdapat di sekolah kami yaitu menjadi sekolah berbasis lingkungan hidup dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.













Karya non akademik ialah karyan yang penulisanya tidak didukung oleh fakta umum yang biasanya hanya bedasarkan fakta pribadi dan menggunakan bahasa formal yang popular
Contoh:
Novel tentang negeri para pedebah
Buku ini berkisah tentang sebuah negeri yang dipenuhi dengan para bedebah kelas atas yang sangat mengganggu kita, yaitu para penguasa negeri dan antek-anteknya. Tokoh utama kita adalah Thomas, seorang ahli ekonomi yang sudah terkenal. Kesibukannya adalah menjadi pembicara seminar-seminar keuangan. Pada awal cerita, kita diajak dalam kesibukannya itu hingga wawancara pun harus dilakukan dalam perjalanan menuju London. Di saat senggang, Thomas ini suka ikut dalam pertarungan tersembunyi yang diikuti oleh banyak kalangan, mulai dari eksekutif muda hingga anggota kepolisian.



 Setiap penulis karya akademik perlu berefleksi tentang pembacanya, yaitu:
a.      Siapa yang membaca karyanya?
b.      Bagaiman cara mengekspresikan gagasannya?
c.      Seberapa banyak text yang perlu ditulis?
Dari ketiga komponen diatas, jelaskan masing – masing komponen tersebut menurut versi kalian masing – masing
Jawab:
A.      Pada umumnya, target pembaca suatu karya ilmiah terdiri dari empat kelompok besar, yaitu 1masyarakat akademis, 2 masyarakat ilmiah, 3 penyandang dana; dan 4 masyarakat umum.
B.      Penulis menyampaikan gagasannya dengna bahasa yang mudah diapahami oleh para pembaca.
C.        Untuk karya ilmiah teks yang perlu ditulis harus sesuai dengan data yang didapatkan, baik itu secara primer maupun sekunder dan juga ditentukan sesuai dengan kerangka karya akademik.

SUMBER:
4.       http://excellentbp.blogspot.com/2014/04/karya-tulis-ilmiah-adiwiyata-sampah.html


Sunday, November 16, 2014

KONSUMEN, KONSUMSI, KONSUMTIF, DAN KONSUMERISME DALAM PERILAKU KONSUMEN

KONSUMEN, KONSUMSI, KONSUMTIF, DAN KONSUMERISME DALAM PERILAKU KONSUMEN

1) Pengertian konsumen:
Pengertian Konsumen Menurut UU Perlindungan Konsumen - Menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK, "Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan kembali.

2) Pengertian konsumsi:
Konsumsi adalah suatu kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Pihak yang melakukan konsumsi disebut konsumen. Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya, sehingga tercapai tingkat kemakmuran.
Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Pihak yang melakukan konsumsi disebut
 konsumen.

3) Pengertian konsumtif
 Kata “konsumtif” (sebagai kata sifat; lihat akhiran –if) sering diartikan sama dengan kata “konsumerisme”. Padahal kata yang terakhir ini mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen. Sedangkan konsumtif lebih khusus menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal.
Memang belum ada definisi yang memuaskan tentang kata konsumtif ini. Namun konsumtif biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok.

Friday, October 10, 2014


PERILAKU KONSUMEN


TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN 
(1). Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh ; (1). Kebutuhan konsumen, (2). Persepsi atas
karakteristik merek, dan (3). Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan
merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik
personalia.
(2). Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh (1). Budaya (Norma
kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), (2). Kelas sosial (keluasan
grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), (3). Grup tata muka (teman,
anggota keluarga, dan grup referensi) dan (4). Faktor menentukan yang situasional (
situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan
usaha).
(3). Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam
memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah (1).
Barang, (2). Harga, (3). Periklanan dan (4). Distribusi yang mendorong konsumen
dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari
konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan
pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi
pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran
memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan
konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek.
Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.
Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian
masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama
evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi
mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi
secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang
sama lagi.
Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran.
Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data
penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang
mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari
merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran
diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan
kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan
pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah
pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.

A. PENGAMBILAN KEPUTUSAN 

Tipologi pengambilan keputusan konsumen : 
1. Keluasan pengambilan keputusan ( the extent of decision making) 
Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan
menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari penyelidikan
informasi dan evaluasi pilihan merek. Disisi lain, sangat sedikit atau tidak ada 
keputusan yang mungkin terjadi bila konsumen dipuaskan dengan merek khusus dan 
pembelian secara menetap. 
2. Dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan 
pembelian yang tinggi ke yang rendah. 
Keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi adalah penting bagi konsumen. 
Pembelian berhubungan secara erat dengan kepentingan dan image konsumen itu
sendiri. Beberapa resiko yang dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, 
psikologi. Dalam beberapa kasus, untuk mempertimbangkan pilihan produk secara 
hati-hati diperlukan waktu dan energi khusus dari konsumen. 
Keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting 
bagi konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar. Dalam hal 
ini mungkin tidak bernilai waktu bagi konsumen, usaha untuk pencarian informasi
tentang merek dan untuk mempertimbangkan pilihan yang luas. Dengan demikian,
keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah umumnya memerlukan proses 
keputusan yang terbatas “ a limited process of decision making”. 
Pengambilan keputusan vs kebiasaan dan keterlibatan kepentingan yang rendah
vs keterlibatan kepentingan yang tinggi menghasilkan empat tipe proses pembelian 
konsumen.
EMPAT TIPE PROSES PEMBELIAN KONSUMEN : 
1. Proses “ Complex Decision Making “, terjadi bila keterlibatan kepentingan
tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh pengambilan untuk
membeli sistem fotografi elektronik seperti Mavica atau keputusan untuk 
membeli mobil. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari 
informasi untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan pilihan beberapa 
merek dengan menetapkan kriteria tertentu seperti kemudahan dibawa dan 
resolusi untuk sistem kamera elektronik, dan untuk mobil adalah hemat, daya 
tahan tinggi, dan peralatan. Subjek pengambilan keputusan yang komplek
adalah sangat penting. Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan 
pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan stratergi pemasaran. 
2. Proses “ Brand Loyalty “. Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari 
pengalaman masa lalu dan membeli merek yang memberikan kepuasan
dengan sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan
keputusan. Contoh pembelian sepatu karet basket merek Nike atau sereal
Kellogg,s Nutrific. Dalam setiap kasus disini pembelian adalah penting untuk
konsumen, sepatu basket karena keterlibatan kepentingan dalam olah raga,
makanan sereal untuk orang dewasa karena kebutuhan nutrisi. Loyalitas
merek muncul dari kepuasan pembelian yang lalu. Sehingga, pencarian 
informasi dan evaluasi merek terbatas atau tidak penting keberadaannya 
dalam konsumen memutuskan membeli merek yang sama.

Dua tipe yang lain dari proses pembelian konsumen dimana konsumen tidak terlibat
atau keterlibatan kepentingan yang rendah dengan barangnya adalah tipe 
pengambilan keputusan terbatas dan proses inertia. 
2. Proses “ Limited Decision Making “. Konsumen kadang-kadang mengambil 
keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan yang
tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk 
tersebut. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan
terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan 
evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses
pengambilan keputusan yang komplek. Pengambilan keputusan terbatas juga 
terjadi ketika konsumen mencari variasi. Kepitusan itu tidak direncanakan,
biasanya dilakukan seketika berada dalam toko. Keterlibatan kepentingan 
yang rendah, konsumen cenderung akan berganti merek apabila sudah bosan 
mencari variasi lain sebagai perilaku pencari variasi akan melakukan apabila
resikonya minimal.
Catatan proses pengambilan keputusan adalah lebih kepada kekhasan 
konsumen daripada kekhasan barang. Karena itu tingkat keterlibatan
kepentingan dan pengambilan keputusan tergantung lebih kepada sikap 
konsumen terhadap produk daripada karakteristik produk itu sendiri. Seorang 
konsumen mungkin terlibat kepentingan memilih produk makanan sereal
dewasa karena nilai nutrisinya, konsumen lain mungkin lebih menekankan
kepada kecantikan dan menggeser merek dalam mencari variasi. 
3. Proses “ Inertia “. Tingkat kepentingan dengan barang adalah rendah dan 
tidak ada pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek 
yang sama bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak
ada waktu yang cukup dan ada hambatan untuk mencari alternatif, proses
pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek. Robertson 
berpendapat bahwa dibawah kondisi keterlibatan kepentingan yang rendah “
kesetiaan merek hanya menggambarkan convenience yang melekat dalam 
perilaku yang berulang daripada perjanjian untuk membeli merek tersebut”
contoh pembelian sayur dan kertyas tisu. 
Pengambilan keputusan konsumen menghubungkan konsep perilaku dan strategi 
pemasaran
melalui penjabaran hakekat pengambilan keputusan konsumen. Kriteria apa yang
digunakan oleh konsumen dalam memilih merek akan memberikan petunjuk dalam
manajemen pengembangan strategi.

Pengambilan keputusan konsumen adalah bukan proses yang seragam. Ada
perbedaan antara (1) pengambilan keputusan dan (2) keputusan dengan
keterlibatan kepentingan yang tinggi dan keputusan dengan keterlibatan
kepentingan yang rendah.

I. PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG KOMPLEK ( COMPLEKS DECISION
MAKING)

Untuk memahami keputusan yang komplek maka perlu dipahami hakekat 
keterlibatan konsumen dengan suatu produk. 
Kondisi keterlibatan konsumen akan suatu produk, apabila produk tersebut 
adalah : 
1. Penting bagi konsumen karena image konsumen sendiri, misalnya pembelian 
mobil sebagai simbol status. 
2. Memberikan daya tarik yang terus menerus kepada konsumen, misal dalam 
dunia mode ketertarikan konsumen model pakaian. 
3. Mengandung resiko tertentu, misal resiko keuangan untuk membeli rumah, 
resiko teknologi untuk pembelian komputer. 
4. Mempunyai ketertarikan emosional, misal pencinta musik membeli Sistem
stereo yang baru.
5. Dikenal dalam kelompok grupnya atau “ badge “ value dari barang yang
bersangkutan, seperti jaket kulit, mobil marsedes atau scarf dari Gucci.

Penelitian dalam penagambilan keputusan meliputi lima tahap :
1) Penetapan masalah
2) Pencarian informasi
3) Evaluasi terhadap pilihan
4) Pemilihan
5) Hasil dari pilihan
Langkah-langkah ini dapat ditransformasikan ke dalam tahap-tahap
keterlibatan konsumen dalam pengambilan keputusan yang komplek :
1) Need Aurosal
2) Proses informasi konsumen
3) Evaluasi Merek
4) Pembelian
5) Evaluasi sesudah pembelian

Pengambilan keputusan yang komplek seringnya untuk produk berkategori :
• - Barang dengan harga tinggi
• - Barang yang mempunyai resiko penampilan seperti mobil dan produk medis
• - Barang yang kompleks seperti komputer
• - Barang special seperti peralatan olah raga, perabot

CH II. PEMBELAJARAN KONSUMEN, KEBIASAAN DAN KESETIAAN
( CONSUMER LEARNING, HABIT AND LOYALTY )
Chapter ini membahas kebalikan kebiasaan pengambilan keputusan yang
kompleks,. Kepuasan terhadap suatu merek cenderung mengarahkan konsumen
mengulang keputusannya untuk membeli merek yang sama sehingga menjadi
kebiasaan. Kebiasaan menjamin kepuasan berdasarkan pengalaman masa lalu dan
menyerderhanakan proses pencarian informasi dan evaluasi terhadap suatu merek.
Pelajaran konsumen, kebiasaan dan kesetiaan adalah tiga konsep yang saling
berhubungan. Perilaku kebiasaan membeli adalah hasil pembelajaran konsumen dari
reinforcement. Reinforcement adalah suatu proses dimana konsumen akan
berulangkali membeli apa yang telah memberi kepuasaan terbaik kepadanya.
Perilaku tersebut mengarahkan kepada kesetiaan merek.
PEMBELAJARAN KONSUMEN (CONSUMER LEARNING)
Konsep pembelajaran dibutuhkan memahami kebiasaan, pembelajaran dapat
didefenisikan sebagai perubahan perilaku yang berasal dari hasil pengalaman masa
lalu. Ada dua aliran pemikir tehadap pemahaman proses pembelajaran konsumen (1)
pembelajaran perilaku. Menitiberatkan pada dorongan pada pengaruh perilaku atau
perilaku itu sendiri. (2) pembelajaran kognitip menitiberatkan pada pemecahan
masalah dan menekankan pada variabel pemikiran konsumen yang mempengaruhi
pembelajaran.
Dalam kelompok perilaku dikembangkan dua teori pembelajaran, perbedaan
terjadi pada “ classical conditioning “ dan “ Instrumental conditioning. Pada “
classical conditioning” menerangkan perilaku berdasar pada pendirian hubungan
tertutup antara dorongan primer dan dorongan sekunder. “ Instrumental
conditioning “ memandang perilaku sebagai fungsi dari tindakan konsumen .
Kepuasan mengarahkan pada kemungkinan melakukan pembelian.
Pembelajaran mengarahkan kepada pembelian yang berulang dan kebiasaan.
Dalam model yang menggambarkan perilaku kebiasaan pembelian, pengarahan
kebutuhan mengarah langsung pada perhatian membeli, pembelian selanjutnya, dan
evaluasi sesudah pembelian. Proses pencarian informasi dan evaluasi merek sangat
sedikit (minimal).
Kebiasaan menggambarkan dua fungsi penting, yaitu penurunan resiko untuk
pembelian dengan tingkat keterlibatan yang tinggi dan penghematan waktu serta
energi untuk produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah.
Kebiasaan seringnya mengarahkan kepada kesetiaan merek yaitu pada
pembelian yang berulang berdasarkan pada kesesuaian merek. Teori pembelajaran
yang berbeda menjabarkan dua pandangan yang berbeda terhadap kesetiaan merek.
Pendekatan instrumental conditioning menunjukkan bahwa pembelian yang
konsisten terhadap suatu merek mencerminkan komitmen terhadap suatu merek.
Tetapi sebagian loyalitas mencerminkan pembelian yang berulang adalah bukan
karena komitmen dengan merek tetapi merupakan proses inertia. Kelompok kognitip
percaya bahwa perilaku saja tidak cukup sebagai ukuran loyalitas, diperlukan
komitmen sikap terhadap suatu merek.

H.4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN KETERLIBATAN YANG
RENDAH
Chapter ini membahas pilihan konsumen dalam situasi keterlibatan yang rendah.
Keterlibatan pembelian yang rendah dimana konsumen tidak mempertimbangkan
kepentingan produk dalam sistem kepercayaannya dan tidak begitu memperhatikan
identifikasi suatu produk.
Pemasar mencoba untuk menciptakan keterlibatan konsumen dengan produknya
karena keterlibatan konsumen akan cenderung kepada kesetiaan merek dan
mencegah konsumen mencari produk saingan. Permasar mencoba menciptakan
keterlibatan dengan differensiasi merek melalui pencari periklanan yang bisa
memenuhi kebutuhan pembeli. Contoh untuk jenis sereal untuk dewasa pada
mulanya adalah produk dengan keterlibatan yang rendah, setelah Kellog memulai
menambah nutrisi dan manfaat kesehatan maka tingkat keterlibatan meningkat..
Tiga Teori Dasar Pemahaman Tingkat Pengambilan Keputusan yang Rendah
:
™ Theory of passive learning ( Krugman ); menyatakan bahwa apabila
konsumen tidak terlibat, konsumen tidak melakukan evaluasi secara kognitip
terhadap pesan periklanan. Eksposur periklanan dapat terjadi tanpa recalldan
luas.
™ Theory of social judgement (Sherif), menyatakan bahwa kondisi
keterlibatan yang rendah, konsumen mempertimbangkan beberapa merek,
dan dalam mengevaluasi merek menggunakan sedikit atribut.
™ The Elaboration likelihood model ( Petty & Cacioppo’s) menyatakan
bahwa ketidakterlibatan konsumen merupakan reaksi kepada dorongan
tanpa pesan dalam komunikasi daripada pesan itu sendiri.

Implikasi Strategi Pengambilan Keputusan Keterlibatan Kepentingan
Rendah

 Implikasi pengambilan keputusan dengan tingkat keterlibatan yang rendah
terhadap pengembangan strategi pemasaran, beberapa pertanyaan strategi muncul :
• Haruskah pemasar berusaha membuat konsumen lebih terlibat terhadap
suatu produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah ?
• Haruskah pemasar merek yang tidak terkenal mengambil konsumen untuk
menggeser dari perilaku inertia ke pencari variasi ?
• Haruskah pasar dikelompokkan berdasar tingkat keterlibatan konsumen ?
Jawabannya adalah iya

Alamat Referensi: http://library.usu.ac.id/



Monday, June 30, 2014



strategi politik nasional


Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu:
Dalam arti kepentingan umum (politics)
Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.
Dalam arti kebijaksanaan (Policy)
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya :
proses pertimbangan
menjamin terlaksananya suatu usaha
pencapaian cita-cita/keinginan
Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan :
Negara
Adalah suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Dapat dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat dan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.
Kekuasaan
Adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Yang perlu diperhatikan dalam kekuasaan adalah bagaimana cara memperoleh kekuasaan, bagaimana cara mempertahankan kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan itu dijalankan.
Pengambilan keputusan
Politik adalah pengambilan keputusan melaui sarana umum, keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. Yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan politik adalah siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat.
Kebijakan umum
Adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.
Distribusi
Adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting, nilai harus dibagi secara adil. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat.
Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.
Karl von Clausewitz berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan memenangkan kelanjutan dari politik.Dalam abad modern dan globalisasi, penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan, tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun olah raga. Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencaipan suatu tujuan.
Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Pengertian dan Definisi Strategi


Kata strategi berasal dari bahasa Yunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of the general" atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideologi, politik, ekonomi,sosial-budaya dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 
 
Berikut ini adalah pengertian dan definisi strategi:
 
# KARL VON CLAUSEWITZ
Strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik
 
# A. HALIM
Strategi adalah suatu cara dimana organisasi / lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang - peluang dan ancaman - ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal
 
# KAPLAN & NORTON
Strategi adalah seperangkat hipotesis dalam model hubungan cause dan effect, yaitu suatu hubungan yang dapat diekspresikan melalui kaitan antara pernyataan if-then.
 
# STEPHANIE K. MARRUS
Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, diserta penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai
 
# HAMEL & PRAHALAD (1995)
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus - menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggakn di masa depan
 
# SJAHFRIZAL
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan berdasarkan analisa terhadap faktor internal dan eksternal
 
# ANONIM
Strategi adalah keselarasan strategi dengan kebutuhan dan kemampuan dikaitkan dengan upaya penguatan kemampuan kepemimpinan (leadership), kewirausahaan (enterpreneurship) dan pengelolaan (managerialship)
 
# WEBSTER'S THIRD NEW INTERNATIONAL DICTIONARY
Strategi adalah ilmu dan seni tentang penggunaan kekuatan-kekuatan politik, ekonomi, psikologi, dan militer satu bangsa atau kelompok bangsa-bangsa yang memungkinkan dukungan maksimal kepada kebijakan yang telah ditetapkan, baik saat damai maupun saat perang

Sunday, June 29, 2014

STRATIFIKASI POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL (POLSTRANAS)

STRATIFIKASI POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL (POLSTRANAS)

Stratifikasi berasal dari kata statum yang berarti lapisan. Stratifikasi adalah pembedaan suatu unsur berdasarkan kriterianya ke dalam kelas-kelas tertentu.
Sedangkan politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang melaksanakan proses pembuatan keputusan demi kebaikan dalam suatu negara. Pengertian lainnya, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara kosntitusional maupun nonkonstutisional.
Dalam arti kepentingan umum politik adalah segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah, dalam kata lain politik adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.
Dalam arti kebijaksanaan politik adalah mempertimbagkan sesuatu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki.
Strategi adalah seni untuk menjalankan suatu proses demi mencapai keberhasilan dan kemenangan. Strategi dapat dicapai melalui taktik. Namun, tanpa strategi, taktik tidak ada gunanya.
Dapat disimpulkan bahwa stratifikasi politik dan strategi nasional (polstranas) adalah pembagian kekuasaan  dalam pengambilan suatu keputusan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk kepentingan umum disuatu negara berdasarkan kriterianya masing-masing ke dalam kelas-kelas tertentu demi mencapai kemenangan negara.
Stratifikasi politik dan strategi nasional dan daerah dalam negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Tingkat penentu kebijakan puncak.
Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan UUD. Menitikberatkan pada masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasional berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Kebijakan tingkat puncak dilakukan oleh MPR. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncaktermasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukanoleh kepala negata dapat berupa dekrit, peraturan ataupiagam kepala negara.
2. Tingkat kebijakan umum
Merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak, yang lingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.
3. Tingkat penentu kebijakan khusus
Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utama pemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakan khusus ini berada ditangan menteri berdasarkan kebijakan tingkat diatasnya.
4. Tingkat penentu kebijakan teknis
Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.
5. Tingkat penentu kebijakan di Daerah
Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di Daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat didaerahnya masing-masing. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tingkat I atau II. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang, jabatan gubernur dan bupati atau walikota dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/KepalaDaerah tingkat I, Bupati/KepalaDaerah tingkat II atau Walikota/Kepala Daerah tingkat II.
Strategi pembangunan Indonesia adalah membangun Indonesia dalam segala aspek kehidupan sesuai yang diamankan salam UUD 45 meliputi :
  1. Pemenuhan hak-hak dasar rakyat
  2. Penciptaan landasan pembangunan yang kokoh
  3. Menjunjung tinggi nilai luhur
  4. Mentiadakan UU yang bersifat diskriminatif
  5. Bhineka Tunggal Ika
Polstranas yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang ada disebut sebagai suprastruktur politik,yaitu MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, dan MA. Badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik, mencakup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), & kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur politik dan infrastruktur politik harus dapat bekerjasama dan memiliki kekuatan yang seimbang.